Inilah Keseruan Pelatihan Marimas Ecobricks 2018

No comments
Marimas
Pic by Farida Asadi.
Sabtu, tanggal 22 Desember 2018. Saya berkesempatan mengikuti pelatihan Marimas Ecobricks di PT Marimas Putera Kencana Semarang. Sejak tahun 2018 ini, PT Marimas Putera Kencana rutin mengadakan pelatihan Marimas Ecobricks setiap satu bulan sekali sejak bulan Januari 2018 – Desember 2018.

Buntut Sapi Rica Rica, Menu Kuliner Nusantara di KHAS Hotel Semarang

No comments


Sabtu (20/10/2018), media dan blogger di kota Semarang diajak untuk menghadiri Press Release Buntut Sapi Rica-Rica dan Opera Cake di Pesonna Hotel Semarang. Beberapa media dan blogger yang hadir disambut dengan baik oleh Mbak Inka (Twinika Sativa F.) selaku public relations executive Pesonna Hotel Semarang.

Acara launching menu ini diselenggarakan di kafe Pesonna yang terletak di lantai 1 Pesonna Hotel Semarang. Acara launching menu ini diadakan di area outdoor kafe Pesonna tepatnya di area poolside.

Sebelum acara launching menu terbaru di Pesonna Hotel Semarang ini dimulai, media dan blogger yang hadir dipersilahkan untuk sarapan pagi terlebih dahulu di kafe Pesonna ini. Dan saya pun memilih menu nasi goreng, bihun, cake coklat, jus jambu dan susu segar.

Setelah menyantap menu sarapan pagi, saya pun melihat ada yang unik dan ada yang ingin ditonjolkan dari kafe Pesonna ini yaitu adanya gambar candi gedong songo di area kafe Pesonna yang membuat kita para pengunjung akan terus mengingat wisata sejarah yang ada di Semarang.

Pada bulan Oktober 2018 ini, Pesonna Hotel Semarang meluncurkan beberapa menu baru yang merupakan food and beverage promo of three months bulan Oktober 2018 - bulan Desember 2018. Dan kali ini Pesonna Hotel mengangkat masakan khas Jawa berupa olahan buntut sapi.

Mbak Inka (Twinika Sativa F.) selaku public relations executive Pesonna Hotel Semarang mengatakan, menu buntut sapi yang merupakan makanan khas Jawa dipadukan dengan bumbu pedas Rica Rica masakan khas Manado yang menggoyang lidah. Ini merupakan menu fusion kedua dari executive chef setelah sebelumnya sukses menyajikan Spagheti Rendang.

Yang menarik adalah biasanya buntut sapi identik dengan masakan sop atau buntut bakar namun di Pesonna Hotel Semarang ini buntut sapi dimasak Rica Rica kemudian disajikan dengan nasi putih, sayur bayam, dan juga emping.

Pedasnya Buntut Sapi Rica Rica ini disesuaikan dengan lidah orang Jawa. Dan setelah saya mencoba dan mencicipi Buntut Sapi Rica Rica ini memang rasanya pedas dan pedasnya pas sehingga bisa menghangatkan tubuh dan menambah selera makan.

Apalagi dilengkapi dengan nasi putih dan sayur bayam sehingga bisa memenuhi kebutuhan tubuh kita akan karbohidrat dari nasi putih, protein hewani dari buntut Sapi serta zat besi dan serat dari sayur bayam. Buntut Sapi Rica Rica ini dibanderol dengan harga Rp.60.000,-net/porsi.

Selain menu Buntut Sapi Rica Rica, adapula menu lainnya sebagai hidangan penutup yaitu Opera Cake. Opera Cake ini adalah kue berlapis-lapis yang terdiri dari almond sponge cake, buttercream, dan chocolate glaze. Setelah saya mencoba dan mencicipi Opera Cake ini rasanya memang manis dan lembut. Rasa kopi dan cokelatnya pun sangat terasa saat saya mencicipi Opera Cake ini.

Selain teksturnya yang lembut dan rasanya manis, Opera Cake ini juga tampilannya menarik dan unik serta Instagramable untuk difoto dan dipajang di Instagram deh pokoknya. Untuk menu Opera Cake ini dibanderol dengan harga Rp.35.000,-net/porsi.

Menu Buntut Sapi Rica Rica dan menu Opera Cake merupakan menu makanan favorit keluarga yang enak disantap saat sarapan pagi, saat makan siang keluarga atau sore hari selepas berenang di area swimming pool Pesonna Hotel Semarang.

Selain kedua menu tersebut adapula menu lainnya yang termasuk dalam kategori beverage yaitu Tropical Squash. Tropical Squash adalah perpaduan jus buah Nanas dan buah Jeruk segar yang dituangkan ke dalam gelas sehingga membentuk layer.

Kemudian ditambahkan sirup leci, sirup cocopandan, soda water dan ice cube dengan diberi toping nata de coco sebagai pelengkap. Setelah saya mencoba dan mencicipi Tropical Squash memang rasanya segar dan tidak menimbulkan rasa tidak nyaman ditenggorokan. Rasanya tidak terlalu manis tapi rasanya agak sedikit asam dan memang segar.

Sensasi segar dan dingin dari Tropical Squash ini bisa menjadi penawar menu Buntut Sapi Rica Rica yang cenderung pedas dan berlemak. Bisa juga sebagai teman menikmati Opera Cake yang legit dan manis. Tropical Squash ini dibanderol dengan harga Rp.25.000,-net/gelas.

Jika kalian penasaran dan ingin menikmati ketiga menu tersebut maka kalian bisa datang langsung ke Pesonna Hotel Semarang di Jalan Depok No. 33 Kembangsari, Semarang. Untuk informasi dan reservasi bisa menghubungi 024-86570840.

Citra Dream Hotel Semarang, Hotel Strategis di Dekat Universitas Dian Nuswantoro Semarang

No comments
Panin Sekuritas Semarang
Bijak Berinvestasi dan Bijak Berbudaya Bersama Panin Sekuritas Semarang. Pic by Farida Asadi.
 
 
Pengalaman Mengikuti Talkshow Bijak Berinvestasi dan Bijak Berbudaya Bersama Panin Sekuritas Semarang
 
Sabtu (15/09/2018), saya menghadiri acara Bijak Berinvestasi dan Bijak Berbudaya Bersama Panin Sekuritas Semarang di Citra Dream Hotel Semarang. Apakah sobat sudah tahu letak Citra Dream Hotel Semarang? Citra Dream Hotel Semarang terletak di Jalan Imam Bonjol No. 187, Semarang.

Seperti biasa, kalau ke Semarang saya lebih suka naik Bus Trans Semarang karena harga tiketnya murah untuk jarak dekat ataupun jarak jauh. Setelah turun dari bus Trans Semarang di halte Imam Bonjol. Maka saya langsung bergegas menuju ke Citra Dream Hotel. Karena jarak Citra Dream Hotel dekat dengan halte Imam Bonjol, maka langsung saja saya jalan kaki menuju Citra Dream Hotel setelah turun di Halte Imam Bonjol.

Setelah memasuki Citra Dream Hotel, maka saya menuju ke lantai 1 tempat terselenggaranya acara ini. Setelah menemukan ruangan untuk acara ini. Saya mengisi daftar hadir terlebih dahulu. Oh, iya, sampai lupa. Saya datang ke acara ini bersama rekan blogger saya yaitu Mbak Sri Untari. Karena mengusung tema budaya, maka dress code untuk acara ini adalah Batik. Saya, Mbak Untari, dan Aito (Anaknya Mbak Untari) kompak memakai batik.

Acara ini dibuka oleh salah satu perwakilan dari Komunitas Diajeng Semarang yang sekaligus menjadi MC di acara ini. Sebelum acara ini dimulai, kami para peserta yang hadir berasal dari berbagai komunitas di Semarang. Setiap komunitas memperkenalkan komunitasnya di acara ini. Seperti Mbak Untari yang memperkenalkan Komunitas Blogger Gandjel Rel Semarang di acara ini.

Lalu apakah sobat sudah tahu Komunitas Blogger Gandjel Rel Semarang? Komunitas Blogger Gandjel Rel Semarang adalah komunitas blogger perempuan kota Semarang dan sekitarnya. Jadi, semua anggota dari Komunitas Blogger Gandjel Rel adalah perempuan, baik yang sudah menikah ataupun yang belum menikah, baik yang masih kuliah ataupun yang sudah bekerja.

Selanjutnya adalah sesi tentang ilmu perencanaan keuangan yang diisi oleh Bapak Denny Wijaya selaku Vice Branch Manager Panin Sekuritas Semarang. Bapak Denny memberikan pertanyaan kepada peserta yang hadir dan pertanyaannya yaitu siapakah bendahara keuangan? Pria atau wanita? Dari semua peserta kebanyakan menjawab kalau wanita adalah bendahara keuangan untuk yang sudah berkeluarga dan berumah tangga.

Tapi, kalau menurut saya siapapun bisa menjadi bendahara keuangan jika sudah hidup berumah tangga. Tergantung kesepakatan dan tergantung pribadi masing-masing. Nyatanya ada kok seorang pria yang bisa menjadi bendahara keuangan dalam rumah tangga. Contohnya saja Almarhum Bapak saya yang dulunya menjadi bendahara keuangan rumah tangga karena Bapak saya lebih bisa mengatur keuangan rumah tangga dibandingkan dengan ibu saya.

Bapak Denny juga menyampaikan seputar gaya hidup saat ini seperti traveling. Traveling boleh sesekali dan beberapa kali tapi ingat juga setiap kali traveling pasti akan ada pengeluaran uang. Maka dari itu kita harus pintar mengatur keuangan agar traveling tidak menjadi beban. Intinya adalah kita boleh traveling asal jangan lupa untuk mengatur pengeluaran uang yang dipakai untuk traveling.

Susunan acara selanjutnya adalah mini fashion Batik yang diisi oleh Komunitas Diajeng Semarang. Para model berlenggak lenggok membentangkan kain Batik dan itu membuat saya makin jatuh cinta dengan Batik. Pasti sobat juga mencintai Batik kan?

Setelah acara mini fashion show Batik selesai, maka selanjutnya adalah pembagian doorprize dari Reksa Dana untuk 10 orang. Kemudian acara ini ditutup dengan makan siang bersama. Terimakasih banyak saya ucapkan untuk Panin Sekuritas Semarang yang sudah menyelenggarakan acara yang bermanfaat ini. Saya makin banyak tahu tentang dunia keuangan dan juga mengenal investasi.

Kadeso Desa Wisata Lerep, Wujud Syukur dan Bahagia Warga Desa di Lereng Gunung Ungaran

No comments


Desa Wisata Lerep adalah desa yang terletak di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah. Yang unik dari Desa Wisata Lerep adalah letaknya yang lumayan dekat dengan alun-alun Ungaran dan juga dekat dengan Gunung Ungaran.
 
Udara sejuk menambah nilai plus bagi Desa Wisata Lerep. Apalagi dengan adanya berbagai macam destinasi wisata di Desa Wisata Lerep seperti Watu Gunung yang merupakan destinasi wisata yang populer dan sudah diketahui oleh banyak orang.

Sejak tahun 1973, Desa Wisata Lerep rutin mengadakan Kadeso. Lalu apa itu Kadeso? Kadeso adalah singkatan dari sedekah wong deso (sedekah orang desa). Tradisi Kadeso di Desa Wisata Lerep ini tetap diselenggarakan hingga sampai saat ini.

Tradisi Kadeso di Desa Wisata Lerep ini merupakan tradisi dimana hasil panen dari Desa Wisata Lerep dikumpulkan menjadi satu lalu dibentuk menjadi gunungan kemudian diarak keliling desa. Setelah itu gunungan yang berisi sayur, buah, dan nasi tumpeng akan dimakan secara bersamaan setelah selesai diarak keliling desa.

Kadeso Desa Wisata Lerep merupakan bentuk syukur dari warga Desa Wisata Lerep atas segala hasil panen yang melimpah, rejeki yang melimpah, dan atas segala nikmat yang diberikan oleh Tuhan. Semua orang yang ada di Desa Wisata Lerep harus bahagia dan bersuka ria dalam Kadeso Desa Wisata Lerep. Semua warga tidak boleh sedih karena Kadeso Desa Wisata Lerep adalah pesta bagi semua warga Desa Wisata Lerep dan semua yang hadir di Kadeso Desa Wisata Lerep.

Kadeso Desa Wisata Lerep diselenggarakan satu tahun sekali setiap hari Rabu Kliwon setelah panen. Seiring berkembangnya zaman, karena saat ini di Desa Wisata Lerep para warganya tidak hanya berprofesi sebagai petani maka Kadeso Desa Wisata Lerep tidak lagi diselenggarakan setelah panen.

Sehingga Kadeso Desa Wisata Lerep diselenggarakan pada hari Rabu Kliwon Bulan Agustus sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, jika di bulan Agustus tidak ada hari Rabu Kliwon, maka Kadeso Desa Wisata Lerep akan diselenggarakan pada hari Rabu Kliwon di bulan Juli. Ada beberapa hal yang unik dari Kadeso Desa Wisata Lerep. Berikut ini adalah 5 hal unik dari Kadeso Desa Wisata Lerep yaitu

1. Kadeso Desa Wisata Lerep Diselenggarakan Selama 4 Hari

Di tahun 2018,  Kadeso Desa Wisata Lerep diselenggarakan selama 4 hari berturut-turut tepatnya tanggal 5 Agustus 2018 - 8 Agustus 2018. Pada hari Minggu, 5 Agustus 2018, pukul 19.30 WIB, diselenggarakan pementasan drum black dan rebana.

Sedangkan hari Senin, tanggal 6 Agustus 2018, pada pukul 19.30 WIB diselenggarakan pementasan sendra tari, geguritan bocah dan calung angklung. Berikutnya adalah pada hari Selasa, tanggal 7 Agustus 2018 pukul 20.00 WIB diselenggarakan pementasan Seni Karawitan.

Dan puncak acara dari Kadeso Desa Wisata Lerep adalah pada hari Rabu, tanggal 8 Agustus 2018. Pada puncak acara Kadeso Desa Wisata Lerep inilah mulai digelar berbagai macam acara, dari acara Kirab Budaya, Gepuk Bumbung, Kenduren Wilujengan hingga Pagelaran Wayang Kulit mulai pukul 08.00 WIB sampai dini hari (menjelang pagi).

2. Tradisi Kirab Budaya Desa Wisata Lerep

Tradisi Kirab Budaya Desa Wisata Lerep adalah pawai berkeliling Desa Wisata Lerep yang diikuti oleh semua warga Desa Wisata Lerep mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua. Semuanya ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Hal yang unik dari Tradisi Kirab Budaya Desa Wisata Lerep adalah semua warga membawa makanan dan hasil bumi Desa Wisata Lerep. Ada buah-buahan, sayuran, hingga nasi tumpeng dan lauk pauknya. Hal yang tak kalah menarik adalah para peserta Kirab Budaya Desa Wisata Lerep sangat kompak dalam keikutsertaan mengikuti Kirab Budaya ini dengan memakai kebaya, batik dan lurik.

Yang patut diacungi jempol adalah semua warga Desa Wisata Lerep ikut serta dalam mengikuti Kirab Budaya ini. Lalu apa alasan warga Desa Wisata Lerep sangat kompak dalam segala hal tentang Desa Wisata Lerep terutama saat pawai Kirab Budaya ini?

Bapak Sumaryadi selaku Kepala Desa Wisata Lerep mengatakan, alasan utama warga Desa Wisata Lerep kompak dalam segala hal adalah karena semua warga Desa Wisata Lerep mempunyai filosofi "Guyup Rukun Cancut Tali Wandha Sak Yet Sak Eko Kapti Mbangun Deso".

Artinya adalah guyub dan rukun dalam mengencangkan tali persatuan untuk membangun desa. Satu ide, satu pikiran, dan satu tujuan untuk maju bersama membangun desa mulai dari perangkat desa dan seluruh warga Desa Wisata Lerep.

Yang tak kalah menarik adalah piala penghargaan bagi Desa Wisata Lerep yang patut dibanggakan. Seperti Juara 1 Desa Ternak Se-Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2013, Juara Umum Desa Wisata Se-Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2017, dan Juara 2 ProduK UMKM di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Piala Penghargaan tersebut juga diarak keliling desa dalam memeriahkan Kirab Budaya Desa Wisata Lerep. Ada juga kesenian yang ditampilkan di acara Kirab Budaya Desa Wisata Lerep seperti Drum Band TK Lestari, Kesenian Drum Black, Rebana, hingga Kesenian Kuda Lumping.

3. Tradisi Gepuk Bumbung

"Gepuk" artinya memecah, memukul. Sedangkan "Bumbung" artinya Bambu. Jadi dapat disimpulkan Gepuk Bumbung adalah memecah bambu. Tradisi Gepuk Bumbung adalah tradisi menabung bagi warga Desa Wisata Lerep. Setiap warga Desa Wisata Lerep yang mempunyai uang sisa dari belanja berupa uang receh maka uangnya dimasukkan ke dalam bambu.

Setiap rumah di Desa Wisata Lerep mempunyai 1 Bumbung yang akan diisi uang untuk ditabung dan Bumbung tersebut diberi nama dan alamat lengkap sehingga saat acara Gepuk Bumbung tidak akan keliru dengan Bumbung milik warga yang lain.

Nah, sebagai warga negara yang sadar pajak, maka saat memasukkan uang ke dalam bambu maka dimasukkan juga SPPTPBB. Bambu yang berisi uang dan SPPTPBB tersebut akan dipecah saat acara Kadeso Desa Wisata Lerep. Bambu tadi akan dipecah dengan palu kemudian uangnya dihitung oleh panitia dan disaksikan oleh yang mempunyai Bumbung.

Kemudian uang tersebut digunakan untuk membayar pajak PBB. Apabila sudah membayar pajak dan uangnya masih sisa maka uang tersebut akan dibagikan kepada anak cucu untuk digunakan membeli jajanan saat pagelaran wayang kulit di Desa Wisata Lerep digelar. Hal ini bertujuan supaya para pelaku UMKM di Desa Wisata Lerep bisa memperoleh keuntungan karena sudah berjualan pada momen Kadeso Desa Wisata Lerep.

Sebenarnya tradisi Gepuk Bumbung sudah ada sejak dulu namun hilang. Maka sejak tahun 2017 acara Tradisi Gepuk Bumbung ini kembali diadakan. Namun, saat itu masih tahap percobaan dan sosialisasi saja sehingga belum begitu meriah. Jika tahun 2018 ini acara tradisi Gepuk Bumbung sudah meriah maka tahun depan akan lebih meriah lagi.

4. Tradisi Kenduren Wilujengan

Kenduren Wilujengan berasal dari kata "Kenduri" dan "Wilujeng". "Kenduri" artinya pesta. Dan "Wilujeng" artinya selamat datang. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Kenduren Wilujengan adalah pesta selamat datang untuk semua yang hadir di Kadeso Desa Wisata Lerep.

Setelah acara Kirab Budaya dan Gepuk Bumbung, acara selanjutnya adalah Kenduren Wilujengan. Semua warga Desa Wisata Lerep berkumpul untuk menyantap makanan dan hasil bumi yang tadi sudah diarak keliling desa saat pawai Kirab Budaya Desa Wisata Lerep. Sebelum menyantap makanan maka para warga harus berdoa terlebih dahulu.

Ada berbagai macam jenis makanan yang siap disantap seperti nasi tumpeng, ayam goreng, ikan asin, telur, jagung, dan berbagai macam buah-buahan. Semua warga Desa Wisata Lerep menyantap makanan di acara Kenduren Wilujengan ini.

Dan bagi warga Desa Wisata Lerep yang tidak bisa hadir maka makanan akan diantar ke rumah. Semua orang yang hadir wajib menyantap segala macam hidangan yang ada di tradisi Kenduren Wilujengan ini termasuk para tamu yang diundang dalam acara Kenduren Wilujengan.

5. Pagelaran Wayang Kulit

Setiap kali acara Kadeso Desa Wisata Lerep diadakan maka harus wajib ada Pagelaran Wayang Kulit. Kenapa demikian? Sebab, melalui Pagelaran Wayang Kulit inilah sebagai salah satu media dakwah dan media berkumpul. Pagelaran Wayang memiliki nasihat dan pitutur luhur dalam kegiatan sehari-hari. Sehingga Pagelaran Wayang Kulit pasti ada dalam Kadeso Desa Wisata Lerep.

Yang menarik dari Pagelaran Wayang Kulit Desa Wisata Lerep di tahun 2018 ini adalah karena Pagelaran Wayang Kulit tidak hanya digelar pada malam hari saja. Namun digelar pada sore hari hingga malam hari menjelang pagi.

Para warga pun sangat antusias sekali saat menonton Pagelaran Wayang Kulit ini. Para warga Desa Wisata Lerep sangat senang karena saat Pagelaran Wayang Kulit di malam hari turut hadir Bapak Ganjar Pranowo yang merupakan Gubernur Provinsi Jawa Tengah di era tahun 2018.

Menarik sekali kan? Itulah 5 hal unik dari Kadeso Desa Wisata Lerep. Jika kalian tertarik ingin datang ke Desa Wisata Lerep langsung saja ke Desa Wisata Lerep dan kalian juga bisa mengunjungi destinasi wisata Desa Wisata Lerep seperti Watu Gunung.

One Day Trip with Traveling Yuk Community Semarang, Eksplor Kebun Teh Medini dan Curug Lawe Secepit Kendal

No comments

Sebagai warga Kendal yang selama 21 tahun hidup dan tinggal di Kabupaten Kendal rasanya saya belum mengenal lebih dekat potensi alam dan tempat wisata di Kabupaten Kendal terutama di dataran tingginya.

Healthy Sharing plus Bread Tasting with Semarang Runners and Basilia

No comments

Halo, Teman Jalan!

Minggu (22/04/2018), saya berkesempatan mengikuti healthy sharing dan bread tasting bersama Semarang Runners dan Basilia atas undangan founder Titik Tengah Partnership yaitu Mbak Nia Nurdiansyah. Awalnya saya enggan ikut karena sepertinya terlalu pagi kalau saya harus sampai ke Semarang pukul 06.00 WIB karena jarak kota Kendal - Semarang kurang lebih 1 jam.

Hero Coffee, Kafe Unik dan Estetik di Tengah Kota Lama Semarang

No comments

Kota Semarang, apa yang ada dibenak sobat apabila mendengar Kota Semarang? Selain terkenal dengan kulinernya yaitu Lunpia. Kota Semarang juga memiliki tempat wisata bersejarah yang bisa dikunjungi. Salah satunya adalah Kota Lama Semarang.
 
Letak Kota Lama Semarang berdekatan dengan Stasiun Tawang Semarang membuat saya tidak kebingungan agar bisa sampai ke Kota Lama Semarang. Tahun 2015, untuk pertama kalinya saya ke Kota Lama Semarang. Dan di tahun 2018 ini tepatnya tanggal 28 Maret 2018, saya dan beberapa blogger dan vlogger Kota Semarang melakukan Walking Tour ke Kota Lama Semarang.

Saat sudah sampai di Kota Lama Semarang, yang pertama dikunjungi adalah Taman Sri Gunting. Jika sobat sudah di Kota Lama Semarang, wajib banget untuk berkunjung ke Taman Sri Gunting ini. Taman Sri Gunting dikelilingi oleh bangunan-bangunan khas Eropa seperti Gereja Blenduk, Spiegel, Gedung Asuransi yang sekarang menjadi Gedung Jiwa Sraya.

Taman Sri Gunting juga mempunyai beberapa keistimewaan dan tertata rapi. Ada pula kursi yang berjajar rapi yang bisa digunakan untuk duduk bagi para pengunjung yang datang. Ada pula sepeda-sepeda cantik yang dihias dengan bunga yang bisa kita gunakan untuk berfoto. Cocok juga digunakan untuk berfoto bersama pasangan tercinta.

Buat yang jomblo macam saya ini, nggak usah foto bersama sepeda cantik dulu deh ya. Soalnya takut nanti malah baper maksimal lihat orang lain foto berlatar sepeda cantik bersama pasangan. Untuk bisa berfoto pun kita juga butuh bantuan orang lain kan? Tenang saja, sobat bisa meminta bantuan kepada para penjaga sepeda cantik dan tidak dipungut biaya tapi kita harus mengisi kotak yang sudah disediakan dengan uang seikhlasnya saja.

Selanjutnya, kami menuju ke Gedung Heritage Mandiri Gelatik yang letaknya dekat dengan Taman Sri Gunting. Kalau jalan kaki tidak akan capek ya sobat, soalnya kan jaraknya dekat. Nantinya, Gedung Heritage Mandiri Gelatik ini akan menjadi Bank Mandiri pusat Jawa Tengah & Daerah Istimewa Yogyakarta.

Yang unik dari Gedung Heritage Mandiri Gelatik adalah bangunan ini sudah ada sejak bertahun-tahun yang lalu dan kemudian gedung ini direnovasi hingga menjadi gedung yang tetap menarik dengan gaya arsitektur Eropa & China.

Jika dari luar gedung ini mirip sekali dengan gedung-gedung bergaya khas Eropa. Namun, jika dari dalam gedung ini memiliki pernak-pernik dan juga gaya arsitektur khas China. Tak lupa, saya dan beberapa teman blogger & vlogger Semarang melakukan sesi foto di Gedung Heritage Mandiri Gelatik sebagai kenang-kenangan.

Kunjungan yang terakhir adalah ke Hero Coffee Semarang yang letaknya juga berdekatan dengan Gedung Heritage Mandiri Gelatik. Hero Coffee Semarang ini berlokasi di Jalan Kepodang No. 33, Purwodinatan, Kota Lama Semarang. Hero Coffee buka mulai pukul 07.30 - 22.45 WIB. Ini merupakan kunjungan kedua saya ke kedai kopi di Kota Semarang setelah beberapa bulan yang lalu saya ke kedai kopi yang ada di Paragon Semarang.

Yang unik dari Hero Coffee Semarang adalah tampak dari depan seperti kafe ala-ala Eropa yang bisa memanjakan mata dengan gaya arsitekturnya yang khas dan unik. Di bagian depan Hero Coffee Semarang pun juga ada beberapa meja dan kursi sehingga para pengunjung tak hanya bisa di dalam kafe saja namun bisa juga duduk-duduk santai di depan Hero Coffee Semarang ini.

Setelah masuk ke dalam, nuansa kafe semakin memanjakan mata karena banyak spot foto yang menarik dan instagramable banget. Jika sobat ingin ngopi sekaligus ingin berfoto dengan nuansa yang unik, bisa banget nih mampir dulu ke Hero Coffee Semarang.

Ada berbagai macam menu kopi yang bisa sobat coba. Mulai dari Coffee Latte, Cappuccino, Mochacinno, Vanila Latte, Sweet Caramel Latte, Hazelnut Latte, Americano, Long Black, Flat White Hot, Macchiato Hot, Piccolo Hot, Doppio Hot, dan Espresso Hot dengan harga mulai Rp. 20.000 - Rp. 28.000. Ada juga menu makanan yang wajib dicoba nih, seperti Chicken Popcorn, Potato Wedges Mozzarella, dan Beef Noodles Soup yang harganya mulai Rp. 28.000. - Rp. 37.000.

Para blogger & vlogger Semarang yang hadir di Hero Coffee Semarang pun berkesempatan untuk berbincang santai dengan owner dari Hero Coffee Semarang. Saat para blogger & vlogger Semarang hadir di Hero Coffee Semarang waktu itu jika membeli 1 kopi jenis apa saja maka akan mendapatkan 1 kopi lagi secara gratis. Bahasa mudahnya, beli 1 gratis 1.

Itulah sedikit cerita saya saat walking tour ke Kota Lama Semarang yang ternyata membuat saya senang. Kota Lama Semarang bisa dijadikan destinasi wisata yang wajib dikunjungi jika kalian ingin merasakan liburan ala-ala Eropa.

Nuna Rida Happy Factory Tour with PT Victoria Care Indonesia di Kawasan Industri Candi Semarang

No comments

Halo, Teman Jalan!

Happy factory tour? Ah, masa sih iya ada happy factory tour. Factory tour ya biasanya cuma itu-itu saja. Kecuali factory tour ke pabrik makanan dan minuman itu pasti kayaknya asik. Tapi, sampai saat ini saya belum pernah factory tour ke pabrik makanan atau minuman. Semoga saja sebentar lagi saya bisa ikut factory tour ke pabrik makanan atau minuman.

Dompet Koin dari Sampah,

No comments

Halo, Teman Jalan!

Pernah nggak sih sobat membayangkan kalau lama kelamaan dan semakin lama sampah makin menumpuk saja setiap hari. Lalu kalau sudah begitu pasti kita akan berusaha bagaimana agar sampah tersebut bisa dikelola dengan baik dan tentunya memberikan manfaat.